Murahnya kesedaran

بسم الله الرحمن الرحيم

Murahnya kesedaran
saat dugaan muncul menerjah segenap sisi, kita bersujud menangisi
mula menilai diri, atas dosa apa kita diuji
dan sampai waktunya Dia menarik kembali
kita jadi lupa diri, menganggap dugaan akan selalunya begini
diuji, mohon diampuni, dan berbuat lagi

Murahnya kesedaran
saat kekhuatiran mencegkam, ketakutan merejam
sepertinya punya isi big presentation yang perlu dihadam, atau final exam
tak tidur 3 malam, tapi persediaan macam haram
doa kita pohon dari hati yang paling dalam
semoga kasihNya tak pernah padam
dan sampai masa kita bebas daripada belenggu tajam, terlepas daripada problem,
kita berlagak seperti baru dilahirkan di dunia yang tidak kenal erti semalam
kembali merancang hidup seperti yang diidam
tanpa sedikitpun rasa terhutang budi, pada Sang Pencipta Alam

Murahnya kesedaran
saat saudara di Falestine, Syria, Rohingya, Burma dikecam hebat musuhNya, musuh kita
setiap waktu isu mereka dicakna. sebut apa saja, semua diminda
dan sampai masa semua telah 'reda'
Falestine kita lupa, Syria kita abai, Rohingya kita alpa, Burma kita ambil leka

Murahnya kesedaran
waktu halaqah, penuh hamasah
waktu daurah, hati sentiasa basah
waktu mukhayyam, berperibadi gagah
dan sampai waktu kita melangkah kaki keluar daripada kelompok tarbiyyah
semuanya dicampak bersepah-sepah
peribadi kembali macam sampah
-

malah lebih

Murahnya kesedaran
detik aku meninggalkan papan kekunci
usai melengkapkan entri
dibiarkan ia sendiri
seperti tiada apa terjadi
kefuturan menghantui
hatiku tersakiti, oleh diri sendiri

***
blogging dan siapkan research paper daripada selepas subuh
dua-dua jadi lambat
I'm so not into multitasking 

2 comments:

bohe sendiria said...


terkadang kita alpa
merasakan kita cukup amalnya
tanpa sedar tua menyapa kita

murahnya kesedaran
yang bermain dengan perasaan
menyedari itu satu kekhilafan
sebenarnya itu juga satu nikmat Tuhan

tahniah Alya
;)
semoga kita sama2 perbaiki diri.

Alyaa Ali said...

bohe sendiria;

masyaAllah
penulis juga ya?
lagi bagus tu penulisannya ^^

'murahnya kesedaran
yang bermain dengan perasaan
menyedari itu satu kekhilafan
sebenarnya itu juga satu nikmat Tuhan'

sepertinya pernah melalui situasi itu :')

insyaAllah
sama-sama kita, saling mendoakan :)

salam ukhuwah ^^